Kurikulum 2013, Guru Tak Boleh Malas Belajar

Ilustrasi: guru. (Foto: dok. Okezone) 
Garda terdepan penerapan sebuah kurikulum pendidikan adalah guru dan tenaga pendidik. Karena vitalnya peran guru inilah, maka guru dituntut selalu memperbaharui keterampilan dan pengetahuan mereka.

Begitu juga dalam implementasi Kurikulum 2013. Kesuksesan penerapannya pada Juni mendatang tidak hanya bertumpu pada substansi kurikulum yang ada, namun lebih bertumpu kepada kualitas guru sebagai implementator di lapangan. Pendapat ini mengemuka dalam diskusi tentang Kurikulum 2013 yang diinisiasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, di Utrecht, Belanda, beberapa waktu lalu.

"Kualitas guru perlu diperhatikan, dan guru juga tidak boleh menjadi pribadi yang malas dan berhenti belajar," demikian dilansir situs PPI Belanda, Senin (7/1/2013).

Menurut peserta diskusi, yakni pelajar dan masyarakat Indonesia di Utrecht, Belanda, sistem pendidikan perlu harus mencegah terjadinya kemalasan guru akibat yang bersangkutan telah mendapatkan sertifikasi. Mereka menilai, alangkah baiknya jika sertifikasi guru tidak dibuat untuk seumur hidup, tetapi diperbaharui secara berkala layaknya  surat izin mengemudi (SIM). Dengan begitu, guru selalu terpacu untuk meningkatkan kualitasnya secara berkala.

Satu poin positif yang disampaikan peserta diskusi adalah langkah pemerintah yang berencana membuat kembali buku panduan utama (babon) bagi siswa dan pedoman pengajaran bagi guru dinilai tepat. Mereka menyarankan, buku ini juga berisi tautan elektronik (link) tentang beragam pengetahuan tambahan yang bisa didapatkan guru dan siswa dari internet.



1 Response to "Kurikulum 2013, Guru Tak Boleh Malas Belajar"

Terima kasih telah berkunjung di Bestmechanic.blogspot.com semoga apa yang anda baca bermanfaat. Silahkan bergabung dengan Bestmechanic.blogspot.com dengan cara klik SUKA dalam LIKE BOX. dan saya tunggu kritik dan sarannya. Terima kasih.